Pengantar Bisnis : Jenis-Jenis Organisasi
Mata kuliah : Pengantar Bisnis TM-5
Kelompok 1
Jenis-Jenis Organisasi
1.
Organisasi
Lini
Organisasi Lini atau garis adalah bentuk organisasi
yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara
vertikal antara atasan ke bawahan. Organisasi lini sering disebut organisasi
militer. Karena susunannya sangat terstruktur dan bentuknya vertikal. Bentuk
organisasi ini hanya cocok diterapkan di organisasi kecil, contohnya: Rukun
Tetangga (RT), warung makan, dan lain sebagainya.
Ciri-cirinya:
1) Jumlah
karyawannya sedikit.
2) Selain
top manajer , manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana.
3) Sarana
dan alatnya terbatas .
4) Hubungan
atasan dan bawahan bersifat langsung.
5) Bentuk
lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer.
a. Kebaikannya:
1) Atasan
dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando.
2) Rasa
solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar.
3) Proses
decesion making berjalan cepat.
4) Disiplin
dan loyalitas tinggi.
5) Rasa
saling pengertian antar anggota tinggi.
b. Keburukannya:
1) Ada
tendensi gaya kepernimpinan otokratis.
2) Pengembangan
kreatifitas karyawan terhambat.
3) Tujuan
top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi.
4) Karyawan
tergantung pada satu orang dalam organisasi.
Contoh Organisasi Lini
Salah satu perusahaan yang menggunakan organisasi lini
adalah Mc Donalds Indonesia corporatins. Mc Donalds adalah salah satu
perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan cepat saji (fastfood).
2.
Organisasi
Fungsional
Organisasi fungsional adalah suatu organisasi di mana
wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang
mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang
mempunyai keahlian khusus. Seperti organisasi linier, organisasi fungsional
bertujuan untuk memiliki mekanisme komunikasi dalam perusahaan yang sangat
lancar, dengan menghilangkan jumlah perantara sebanyak mungkin. Contoh
organisasinya: manajemen hotel Sheraton, manajemen jw marriot.
Ciri-ciri organisasi fungsional adalah sebagai
berikut:
1) Organisasi
kecil.
2) Di
dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli.
3) Spesialisasi
dalam pelaksanaan tugas.
4) Target
yang hendak dicapai jelas dan pasti.
5) Pengawasan
dilakukan secara ketat.
a. Kebaikan
1) Program
tearah, jelas dan cepat
2) Anggaran,
personalia, dan sarana tepat dan sesuai
3) Kenaikan
pangkat pejabat fungsional cepat.
b. Keburukan
1) Pejabat
fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi.
2) Koordinasi
sulit dilaksanakan.
3) Pangkat
pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi
sulit dilaksanakan.
3)
Contoh Organisasi Fungsional
Salah satu contoh dari organisasi fungsional adalah PT
TIFICO Tbk. PT Teijin Indonesia Fiber Corporation Tbk adalah perusahaan dengan
status PMA (penanaman modal asing), yaitu gabungan antara perusahaan suwasta
Jepang (Teijin Limited) dengan perusahaan swasta nasional.
3. Organisasi
Lini dan staf
Organisasi
Lini dan Staf meruapakan kombinasi dari organisasi lini dan organisasi
fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara
vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk
membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan
mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk
membantu memberikan pemikiran, nasehat atau saran-saran, data, informasi dan
pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu
keputusan atau kebijaksanaan.
·
Ciri-ciri Struktur Organisasi Lini dan
Staf
1. Hanya
ada satu pimpinan organisasi atau perusahaan yang dibantu staf.
2. Memiliki
dua kelompok wewenang, yakni lini dan staf.
3. Tidak
terjadi hubungan langsung antara pimpinan dan bawahan.
4. Organisasi
cenderung besar dan memiliki sifat kompleks.
5. Jumlah
anggota organisasi atau pegawai perusahaan yang cenderung banyak.
6. Terdapat
spesialisasi di dalam organisasi atau perusahaan.
·
Kelebihan Struktur Organisasi Lini dan
Staf
Berikut ini merupakan kelebihan
struktur organisasi lini dan staf.
1. Hanya
terdapat satu pimpinan sehingga memperkuat asas kesatuan komando.
2. Tugas
pimpinan, staf dan pelaksana sangat jelas.
3. Cenderung
fleksibel karena bisa diterapkan pada organisasi skala besar dan kecil.
4. Bantuan
yang diberikan staf mempermudah pemimpin untuk mengambil keputusan dengan tepat
dan cepat.
5. Proses
koordinasi terlaksana dengan mudah berkat pembagian tugas yang jelas.
6. Kedisiplinan
dan model anggota struktur organisasi biasanya tinggi karena tugasnya sesuai
dengan bidang dan spesialisasinya.
7. Pengembangan
bakat anggota hierarki dapat terjadi karena tugasnya sesuai dengan bidang dan
spesialisasinya.
8. Para
ahli berperan sebagai pemberi manfaat dan kontribusi yang besar bagi suatu
organisasi.
·
Kelemahan Organisasi Lini dan Staff yaitu
:
1. Bagi
para pelaksana operasional, tidak selalu jelas mana yang bersifat
instruksi/perintah dan mana yang bersifat nasihat
2. Para
pelaksana operasional mempunya dua macam pimpinan, yaitu atasan langsung yang
berhak memerintah sesuai dengan line of command
dan pimpinan staf yang mempunya wewenang fungsional (functional
authority)
3. Perintah
dari hierarki lini tidak selalu seirama dengan nasihat dari hierarki staf,
karena belum tentu kedua macam heirarki itu memandang suatu hal dari pandagan
yang sama
Contoh organisasi lini dan staf
Salah satu contoh perusahaan yang menggunakan
organisasi lini dan staff adalah PT. Pos Indonesia. PT. Pos Indonesia (persero)
adalah perusahaan milik negara dalam bidang jasa yang meliputi pos, keuangan,
logistik, dan e-bisnis dengan jangkauan operasi hampir di seluruh tanah air
indonesia. Kode Etik bisnis PT Pos Indonesia harus dapat dilihat, diketahui,
dimengerti, dan dipahami oleh seluruh karyawan, pelanggan, konsultan, mitra
bisnis, serta oleh semua individu yang bertransaksi dengan atau atas nama PT
Pos Indonesia.


Ø Perbedaan
antara lini dan lini dan staf
|
Dasar
perbandingan |
Organisasi
lini |
Organisasi
lini dan staf |
|
Berarti
|
Organisasi
tempat otoritas dan tanggung jawab bergerak kebawah dan akuntabilitas
mengalir ke atas, disebut organisasi lini. |
Struktur
organisasi, di mana spesialis ditambahkan ke manajer lini untuk memberikan
panduan dan dukungan, disebut organisasi lini dan staf. |
|
Wewenan
|
Perintah
|
Perintah
dan nasihat |
|
Disiplin |
Ketat
|
Longgar
|
|
Eksekutif |
Eksekutif
lini adalah generalis. |
Eksekutif
lini adalah generalis dan eksekutif staf adalah spesialis. |
|
Tingkat
sentralisasi |
Sentralisasi
absolut |
Sebagian
terpusat dan sebagian terdesentralisasi |
|
Cocok
untuk |
Organisasi
kecil dengan jumlah karyawan lebih sedikit. |
Organisasi
besar dengan sejumlah karyawan. |
4. Organisasi Lini dan Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang
masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif.
Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam
organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/
presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial.
Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat
dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan
tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
Ciri-ciri struktur lini dan fungsional, yakni:
1. Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan tugas
tambahan
2. Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional
3. Pembagian kerja, tugas dan kekuasaan tidak memberikan
perbedaan tingkat setiap eselon
4. Struktur tidak begitu kompleks. Biasanya susunan: ketua,
bersama sekretaris, dan bendahara, juga terdapat ketua-ketua bidang, dan para
anggota
5. Struktur secara relatif tidak permanen. Organisasi ini
hanya terpakai sesuai kebutuhan atau kegiatan
6. Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif atau berbentuk
dewan atau direksi,
7. Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan
tanggung jawab yang sama
8. Para anggota terkelompokkan berdasarkan tugas khusus
dalam bentuk satuan tugas atau panitia pelaksana
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1) Solodaritas
tinggi
2) Disiplin
tinggi
3) Produktifitas
tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
4)
Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
5) Keputusan
dapat diambil dengan baik dan tepat
6) Kecil
kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan
7) Usaha kerjasama
bawahan mudah digalang
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
1) Kurang
fleksibel dan tour of duty
2) Spesialisasi
memberikan kejenuhan
3) Proses
pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan
anggota organisasi/dewan kepemimpinan.
4) Kalau terjadi
kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang
lain, cenderung saling menyalahkan karena kolektifitas kerja.
5) Para pelaksana
sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja
6) Kreativitas
nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada
kolektivitas
7) Middle manager
mendapatkan perintah dari beberapa pimpinan,
8) Organisasi panitia biasanya terdiri dari
ketua, sekretaris, bendahara, dan
beberapa seksi
Contoh struktur organisasi lini dan
fungsional ini adalah :
1. Salah satunya PT.
Putra Tunas Megah
2. Sekolah
3. Kabag
dan keuangan
4. Manajemen
– studi pembangunan


5. Organisasi
Matrik (Kombinasi)
Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen
proyek yaitu organisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di
mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari
kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu
proyek yang harus diselesaikan
Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi
staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan
Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana
wewenang horisontal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya
yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai,
karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota
organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam
melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua
atasan
Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya
manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan
perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada
manajer puncak
Ciri-ciri:
a. Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
b. Jumlah karyawan banyak
c. Mempunyai 3 unsur karyawan pokok :
- Karyawan dengan
tugas pokok (line personal)
- Karyawan dengan
tugas bantuan (staff personal)
- Karyawan dengan
tugas operasional fungsional (functional group)
Kelebihan dari organisasi kombinasi :
a. Ada fleksibilitas pada organisasi dan embantu
perkembangan kreativitas
b. Mendorong kerjasama antar berbagai keterampilan
c. Merupakan tempat pelatihan manajer-manajer strategi
Kekurangan dari organisasi kombinasi :
a. Pertanggungan jawab ganda dapat membuat kebingungan dan
kebijakan dan kontradiktif
b. Sangat memerlukan koordinasi horizontal dan vertikal
c. Dapat mengarah pada konflik antara bagian

Contoh dari struktur organisasi matriks ini adalah:
1. PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk.
2. General manager
3. Riset dan pengembangan – administrasi – pembelian – rekayasa
4. Kelompok riset dan pengembangan – kelompok administrasi – kelompok pembelian – kelompok rekayasa
Salah satu contoh dari organisasi kombinasi adalah PT GARUDA
INDONESIA (PERSERO) Tbk. PT GARUDA adalah maskapai pertama dan terbesar di
Indonesia.Garuda Indonesia bertujuan menjadi penyedia layanan terdepan bagi
wisatawan di negara ini sekaligus menyediakan layanan pengiriman barang melalui
udara. Grup Garuda Indonesia pada saat ini memiliki lima anak perusahaan yakni
PT Aerowisata, PT GMF Aero Asia, PT Abacus Distribution System, PT Gapura
Angkasa dan PT Aero System Indonesia.

http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/2014/02/28/macam-macam-bentuk-struktur-organisasi/
https://www.google.com/amp/s/beritaku.id/definisi-dan-bentuk-dari-6-struktur-organisasi/
https://sahabatnesia.com/struktur-organisasi/
https://organisasikelompok2.blogspot.com/2016/11/contoh-organisasi-dalam-perusahaan.html?m=1
6.Organisasi
komite
Struktur organisasi komite adalah bentuk struktur yang
dipakai oleh perusahaan dengan menerapkan struktur komite.
Hak dan Kekuasaan oleh komite berbeda-beda. Ada komite
yang mempunyai Hak dan Kekuasaan untuk mengambil fungsi-fungsi manajemen. Dan
ada pula komite yang tidak mempunyai Hak dan Kekuasaan untuk membuat keputusan .Ada
komite yang berhak membuat keputusan, tetapi ada pula yang terikat pada suatu
masalah. Yang dihadapi tanpa mempunyai Hak dan Kekuasaan.
Organisasi
komite terdiri dari:
1. Executive committee (pimpinan komite).
Yaitu para anggotanya mempunyai wewenang ini.
2. Staff committee.
Yaitu orang orang yang hanya mempunyai wewenang staf.
Ciri
ciri organisasi komite:
Berikut ciri ciri dari organisasi komite.
·
Pembagian tugasnya jelas dan tertentu.
·
Wewenang semua anggota sama besarnya.
·
Tugas pimpinan dilaksanakan secara
kolektif dan tanggung jawabnya pun secara kolektif.
·
Pelaksana di kelompokkan berdasarkan
bidang / komisi tugas tertentu yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas.
·
Keputusan merupakan keputusan semua
anggotanya.
Menurut
sifatnya organisasi komite dibagi menjadi:
1.
Komite
bersifat formal.
Adapun Komite Formal,
ciri-cirinya adalah sebagi berikut :
- Didirikan atas dasar hak dan
kekuasaan yang membentuk.
- Adanya tempat dalam struktur
organisasi.
- Tujuannya jelas.
- Menerima delegasi hak dan
kekuasaan dan tugas tertentu.
2. Komite
bersifat informal.
komite dengan bentuk informal, ciri-cirinya
adalah sebagai berikut:
- Pembentukan dari eksekutif yang
berwenang tidak ada / tidak di buat.
- Tidak mendapatkan tugas yang
bersifat khusus.
- Semua personilnya berkumpul
secara spontan berdasarkan kebutuhan yang sama, dan kegiatan bersama itu
akan membantu untuk tercapainya tujuan bersama.
- Personilnya kita sebut dengan
istilah task group, task orientes, atau task force (gugus tuga).
3. Komite
yang bersifat Permanen (tetap)
·
Berdiri
secara formal sehingga memiliki ciri-ciri seperti komite formal.
·
Tidak
memiliki batas waktunya, sepanjang organisasi masih memerlukan komite
tersebut.
4. Komite yang
bersifat temporer (sementara)
·
Berdiri
secara informal sehingga memiliki ciri-ciri seperti komite informal.
·
Jika
berbentuk secara formal maka mempunyai batas waktu sebentar / sementara. Dan
akan di bubarkan setelah tugas di komite selesai.
Kelebihan
organisasi komite
·
Keputusan yang diambil relatif lebih baik.
Karena diputuskan oleh beberapa orang.
·
Kencenderungan untuk bertindak secara
otoliter/diktator dapat dicegah.
·
Pembinaan dan partisipasi dapat
ditingkatkan.
Kekurangan
organisasi komite :
·
Penanggungjawab keputusan kurang jelas.
Sebab keputusan merupakan keputusan bersama.
·
Waktu untuk mengambil keputusan lama dan
mengeluarkan biaya besar.
·
Adanya tirani mayoritas yang dapat
memaksakan keinginannya melalui voting
suara.
Struktur organisasi komite:
Gambar : https://image.slidesharecdn.com/modelorganisasi-4-161019095749/95/model-organisasi-4pptxkel4-24-638.jpg?cb=1476871108
Contoh
struktur organisasi komite sekolah

Organisasi
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Struktur Organisasi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
1. Dewan Pimpinan Eksekutif
Ketua Umum : Rita Subowo
Wakil Ketua Umum I : Hendardji Soepandji
Wakil Ketua Umum II : Sri Sudono Sumarto
Sekretaris Jenderal : Rosihan Arsyad
Wakil Sekretaris Jenderal I : Nuranto
Wakil Sekretaris Jenderal II : Cahya Aziz
Bendahara : Budi Rustanto
Wakil Bendahara : Priadi Sumantri
Dewan pimpinan yang diketuai oleh ketua umum ini bertugas
mengatur kebijakan-kebijakan umum organisasi KONI, yang selanjutnya dalam
setiap bidang/komite bawahan mempunyai wewenang untuk mengelola dan membuat
keputusan sendiri yang tidak bertentangan dengan program dan keputusan dewan.
Dalam dewan ini ketua umum dibantu oleh beberapa wakil, sekretaris dan
bendahara.
2. Bidang Organisasi
Ketua Bidang Organisasi : Ngatino
Waka Bidang Organisasi : Arsyad Achmadin
Bidang ini mempunyai tugas untukmengaktualisasikan KONI sebagai
suatu organisasi yang di dalamnya terdapat struktur-struktur kepemimpinan dan bawahan.
Semua diusahakan untuk saling berintregasi guna kemajuan KONI sendiri.
3. Bidang Pembinaan Prestasi
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi : Mulyana
Waka Bidang Pembinaan Prestasi : Otte Ruchiyat
Bidang ini bertugas untuk memberikan panduan pada para atlet,
pelatih, official untuk berkembang dalam segi prestasi.
4. Bidang Litbang
Ketua Bidang Litbang : Wimbo Hardjito
Waka Bidang Litbang : Sony Teguh Trilaksono
Bidang ini bertugas untuk meneliti segala sesuatu yang berkaitan
dengan insan olahraga dan organisasi KONI sendiri, guna mengembangkan sarana
dan prasarana dan kualitas atlet, pelatih, manager, dan official.
5. Biro Perencanaan & Anggaran
Kepala Biro Perencanaan & Anggaran : Oong S Wiradinata
Contoh
perusahaan yang menggunakan organisasi komite
Salah satu perusahaan yang menggunakan organisasi
komite didalam perusahaannya adalah PT Phapros yang merupakan perusahaan
nasional yang memproduksi dan memasarkan produk farmasi yang dimiliki oleh
Kimia Farma, anak usaha Bio Farma. PT phapros Tbk ini memiliki komite audit
yang diberikan tugas dan tanggung jawab antara lain sebagai berikut : Melakukan
penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perusahaan kepada
publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan
laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perusahaan.

Sumber : https://organisasi.co.id/organisasi-matriks-dan-komite-struktur-4-persamaan/ https://www.pahlevi.net/bentuk-struktur-organisasi/ https://www.academia.edu/29022287/ORGANISASI_KOMITE https://eenkheryono.blogspot.com/2012/01/makalah-struktur-komite.html

Komentar
Posting Komentar